Departemen Hubungan Sosial & Kemasyarakatan 23 Mar 2026, 21:25 WIB 45 dilihat

DILEMA 2026 - Menjaga Jati Diri di Era Digital untuk Membangun Personal Branding Mahasiswa Bojonegoro yang Berkarakter

Cover DILEMA 2026 - Menjaga Jati Diri di Era Digital untuk Membangun Personal Branding Mahasiswa Bojonegoro yang Berkarakter
Kegiatan Diskusi Literasi Ormada (DILEMA) 2026 resmi diselenggarakan pada 24 Januari 2026 sebagai wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap tantangan zaman. Bertempat di Pendopo Malowopati Bojonegoro, acara ini menjadi momentum penting bagi pemuda daerah untuk berkumpul dan merefleksikan peran mereka di tengah arus informasi yang tak terbendung. Program kerja ini diinisiasi oleh Departemen Hubungan Sosial dan Kemasyarakatan Forum Komunikasi Mahasiswa Bojonegoro Universitas Negeri Surabaya (FKMB UNESA).

Tema yang diangkat dalam pertemuan ini adalah "Menjaga Jati Diri di Era Digital untuk Membangun Personal Branding Mahasiswa Bojonegoro yang Berkarakter". Latar belakang pemilihan tema ini didasari oleh fenomena tren global di media sosial yang sering kali mengaburkan orisinalitas dan identitas diri kaum intelektual. Melalui forum ini, para peserta akan diajak untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi pribadi yang kritis dan berintegritas.

Acara dimulai dengan sesi materi yang sangat inspiratif dari Kak Muhammad Andre, seorang tokoh muda yang dikenal sebagai Founder Bojonegoro History dan Bojonegoro Walking Tour. Kehadirannya memberikan perspektif nyata mengenai bagaimana sejarah dan kearifan lokal dapat menjadi fondasi dalam membangun citra diri yang positif di ruang digital. Materi ini menekankan bahwa personal branding bukan sekadar pencitraan semu, melainkan refleksi dari nilai-nilai etika dan cara berpikir dalam menyikapi isu sosial.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan seluruh peserta. Dalam sesi ini, para peserta ditantang untuk menyelaraskan kemajuan teknologi dengan penguatan nilai diri agar mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah munculnya kesadaran literasi digital yang mendalam sehingga mahasiswa tidak mudah terjebak dalam opini dangkal yang tidak berdasar.

Dalam acara Dilema ini dihadiri oleh, Dewan Penasehat dan Konsultasi (DPK) serta Keluarga Besar FKMB UNESA. Kehadiran mereka memberikan dukungan dan bimbingan bagi para pengurus dalam menjalankan roda organisasi. Sinergi antara senior dan junior dalam forum ini menciptakan suasana kekeluargaan yang erat, sekaligus menjadi wadah ilmu yang efektif bagi kelangsungan organisasi di masa depan.

Partisipasi aktif juga ditunjukkan oleh perwakilan dari berbagai Organisasi Mahasiswa Daerah (Ormada) yang ada di Bojonegoro. Tercatat ada 9 delegasi Ormada yang hadir menyemarakkan DILEMA 2026, mulai dari STEBI AL RASYID, ISTek ICsada, UNUGIRI, COBS UTM, FORMAVERO, FORBBITS, FKMB UINSATU, IKAMARO, hingga STAI AT-TANWIR. Kehadiran lintas organisasi ini membuktikan bahwa semangat kolaborasi antar mahasiswa Bojonegoro sangatlah tinggi dalam membangun daerahnya. Kesan positif mendalam juga datang langsung dari beberapa delegasi ormada yang hadir melalui sesi wawancara. Perwakilan dari FORBBITS, Berlianny Cahya, menyatakan kekagumannya terhadap FKMB UNESA yang konsisten menyelenggarakan diskusi dengan tema relevan yang mampu memotivasi ormada lain untuk melakukan gerakan serupa. Senada dengan hal tersebut, Kak Tantowi Jauhari dari KM UNUGIRI menegaskan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dalam sejarah, bahasa, dan budaya Bojonegoro, sekaligus menjadi upaya nyata dalam meningkatkan literasi mahasiswa. Para peserta juga sepakat bahwa dialek khas Bojonegoro dan identitas lokal justru menjadi kebanggaan serta ciri khas unik yang membedakan mereka di daerah perantauan.

Dalam kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta yang sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara hingga selesai. Untuk memastikan acara berjalan lancar sesuai rencana, terdapat 61 panitia yang bertugas di berbagai divisi, mulai dari sie acara, humas, pubdekdok, konsumsi, perlengkapan dan kesekret. Kerja keras tim panitia terlihat dari susunan acara yang terorganisir dengan baik, mulai dari registrasi, pembukaan, hingga penutupan dan evaluasi bersama.

DILEMA 2026 memberikan output bagi para peserta untuk menjadikan diskusi ini adalah langkah awal yang krusial dalam mencetak generasi muda Bojonegoro yang cerdas secara digital dan berkarakter kuat. Dengan memiliki jati diri yang kokoh, mahasiswa diharapkan mampu menjadi teladan dan agen perubahan yang siap menghadapi tantangan zaman dengan identitas yang tetap terjaga. Kegiatan ini pun diakhiri dengan harapan agar sinergi antar pihak terus terjalin demi kemajuan literasi di Kabupaten Bojonegoro.

Baca Berita Lainnya