Install aplikasi FKMB UNESA di perangkat Anda untuk akses lebih cepat,
tampilan penuh layar, dan bisa digunakan tanpa harus membuka browser setiap saat.
Sudah Terinstall
Aplikasi FKMB UNESA sudah terinstall pada perangkat ini.
Cara Install App
FKMB UNESA
Buka halaman ini di Chrome lalu:
1Ketuk ikon ⋮ (tiga titik) di pojok kanan atas
2Pilih "Tambahkan ke layar utama"
3Ketuk Tambahkan
Buka halaman ini di Safari lalu:
1Ketuk ikon Share di bawah layar
2Gulir dan pilih "Add to Home Screen"
3Ketuk Add
Buka halaman ini di Google Chrome atau Microsoft Edge lalu:
1Klik ikon Install di ujung kanan address bar
2Atau klik menu ⋮ → "Cast, save, and share" → "Install page as app"
3Klik Install pada dialog yang muncul
Jika icon install tidak muncul, coba refresh halaman ini.
Untuk menginstall, buka halaman ini menggunakan Google Chrome (Android/PC) atau Safari (iPhone/iPad/Mac), lalu gunakan menu browser untuk menginstall atau menambahkan ke layar utama.
Departemen Hubungan Sosial & Kemasyarakatan
23 Mar 2026, 21:25 WIB
45 dilihat
Link disalin!
Departemen Hubungan Sosial & Kemasyarakatan
•
23 Mar 2026, 21:25 WIB
•
45 dilihat
Link disalin!
DILEMA 2026 - Menjaga Jati Diri di Era Digital untuk Membangun Personal Branding Mahasiswa Bojonegoro yang Berkarakter
Kegiatan Diskusi Literasi Ormada (DILEMA) 2026 resmi diselenggarakan pada 24 Januari 2026 sebagai wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap tantangan zaman. Bertempat di Pendopo Malowopati Bojonegoro, acara ini menjadi momentum penting bagi pemuda daerah untuk berkumpul dan merefleksikan peran mereka di tengah arus informasi yang tak terbendung. Program kerja ini diinisiasi oleh Departemen Hubungan Sosial dan Kemasyarakatan Forum Komunikasi Mahasiswa Bojonegoro Universitas Negeri Surabaya (FKMB UNESA).
Tema yang diangkat dalam pertemuan ini adalah "Menjaga Jati Diri di Era Digital untuk Membangun Personal Branding Mahasiswa Bojonegoro yang Berkarakter". Latar belakang pemilihan tema ini didasari oleh fenomena tren global di media sosial yang sering kali mengaburkan orisinalitas dan identitas diri kaum intelektual. Melalui forum ini, para peserta akan diajak untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi pribadi yang kritis dan berintegritas.
Acara dimulai dengan sesi materi yang sangat inspiratif dari Kak Muhammad Andre, seorang tokoh muda yang dikenal sebagai Founder Bojonegoro History dan Bojonegoro Walking Tour. Kehadirannya memberikan perspektif nyata mengenai bagaimana sejarah dan kearifan lokal dapat menjadi fondasi dalam membangun citra diri yang positif di ruang digital. Materi ini menekankan bahwa personal branding bukan sekadar pencitraan semu, melainkan refleksi dari nilai-nilai etika dan cara berpikir dalam menyikapi isu sosial.
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan seluruh peserta. Dalam sesi ini, para peserta ditantang untuk menyelaraskan kemajuan teknologi dengan penguatan nilai diri agar mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah munculnya kesadaran literasi digital yang mendalam sehingga mahasiswa tidak mudah terjebak dalam opini dangkal yang tidak berdasar.
Dalam acara Dilema ini dihadiri oleh, Dewan Penasehat dan Konsultasi (DPK) serta Keluarga Besar FKMB UNESA. Kehadiran mereka memberikan dukungan dan bimbingan bagi para pengurus dalam menjalankan roda organisasi. Sinergi antara senior dan junior dalam forum ini menciptakan suasana kekeluargaan yang erat, sekaligus menjadi wadah ilmu yang efektif bagi kelangsungan organisasi di masa depan.
Partisipasi aktif juga ditunjukkan oleh perwakilan dari berbagai Organisasi Mahasiswa Daerah (Ormada) yang ada di Bojonegoro. Tercatat ada 9 delegasi Ormada yang hadir menyemarakkan DILEMA 2026, mulai dari STEBI AL RASYID, ISTek ICsada, UNUGIRI, COBS UTM, FORMAVERO, FORBBITS, FKMB UINSATU, IKAMARO, hingga STAI AT-TANWIR. Kehadiran lintas organisasi ini membuktikan bahwa semangat kolaborasi antar mahasiswa Bojonegoro sangatlah tinggi dalam membangun daerahnya. Kesan positif mendalam juga datang langsung dari beberapa delegasi ormada yang hadir melalui sesi wawancara. Perwakilan dari FORBBITS, Berlianny Cahya, menyatakan kekagumannya terhadap FKMB UNESA yang konsisten menyelenggarakan diskusi dengan tema relevan yang mampu memotivasi ormada lain untuk melakukan gerakan serupa. Senada dengan hal tersebut, Kak Tantowi Jauhari dari KM UNUGIRI menegaskan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dalam sejarah, bahasa, dan budaya Bojonegoro, sekaligus menjadi upaya nyata dalam meningkatkan literasi mahasiswa. Para peserta juga sepakat bahwa dialek khas Bojonegoro dan identitas lokal justru menjadi kebanggaan serta ciri khas unik yang membedakan mereka di daerah perantauan.
Dalam kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta yang sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara hingga selesai. Untuk memastikan acara berjalan lancar sesuai rencana, terdapat 61 panitia yang bertugas di berbagai divisi, mulai dari sie acara, humas, pubdekdok, konsumsi, perlengkapan dan kesekret. Kerja keras tim panitia terlihat dari susunan acara yang terorganisir dengan baik, mulai dari registrasi, pembukaan, hingga penutupan dan evaluasi bersama.
DILEMA 2026 memberikan output bagi para peserta untuk menjadikan diskusi ini adalah langkah awal yang krusial dalam mencetak generasi muda Bojonegoro yang cerdas secara digital dan berkarakter kuat. Dengan memiliki jati diri yang kokoh, mahasiswa diharapkan mampu menjadi teladan dan agen perubahan yang siap menghadapi tantangan zaman dengan identitas yang tetap terjaga. Kegiatan ini pun diakhiri dengan harapan agar sinergi antar pihak terus terjalin demi kemajuan literasi di Kabupaten Bojonegoro.